Kamis, 21 Mei 2026

Perkuat Literasi Akademik, Dosen STAI Wakatobi H. La Umuri Hibahkan Tiga Karya Buku kepada Pimpinan

 

WAKATOBI, 21 Mei 2026 — Semangat pengembangan literasi di lingkungan pendidikan tinggi kembali menggeliat. H. La Umuri, salah satu dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi, secara resmi menyerahkan tiga karya buku hasil pemikirannya kepada Ketua STAI Wakatobi, Dr. Sarni, S.H., M.H., C.Med., pada Kamis (21/05/2026).

 

Momen penyerahan karya tulis tersebut berlangsung khidmat di lingkungan kampus STAI Wakatobi dan disaksikan langsung oleh Ketua Yayasan Hasanah Wakatobi, H. Arhawi Ruda, S.E., M.M., serta sejumlah sivitas akademika lainnya.

 

Ketiga buku yang diserahkan tersebut merupakan buah dari refleksi panjang H. La Umuri dalam mengamati dinamika keluarga, pendidikan, dan tradisi lokal di Wakatobi. Penyerahan buku ini bukan sekadar penyerahan simbolis, melainkan wujud kontribusi nyata seorang pendidik dalam memperkaya referensi akademik bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan STAI Wakatobi.

 

Ketua STAI Wakatobi, Dr. Sarni, S.H., M.H., C.Med., memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Atas nama civitas akademika STAI Wakatobi, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya. "Karya-karya ini adalah bukti bahwa dosen STAI Wakatobi tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga aktif memproduksi pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap buku-buku ini menjadi pemantik semangat bagi dosen dan mahasiswa lain untuk terus berkarya melalui tulisan," ungkap beliau.

https://journal.ppipbr.com/index.php/edutech/article/view/908

Pertama, buku Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,  hadir menjawab kebutuhan praktis mahasiswa dan calon guru PAI. Pembahasannya aplikatif, kontekstual dengan karakteristik peserta didik di wilayah kepulauan, dan dapat langsung digunakan dalam perkuliahan metodologi maupun praktik lapangan. Ini memperkuat arah STAI Wakatobi sebagai kampus yang mencetak pendidik yang membumi. 

Kedua, buku Keluarga Kuat di Tengah Riuh Akhir Zaman,  sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, keluarga Muslim membutuhkan panduan praktis berbasis nilai-nilai Islam untuk menjaga ketahanan spiritual, moral, dan keharmonisan rumah tangga. Buku ini dapat menjadi rujukan dalam mata kuliah Bimbingan Konseling Islam dan Sosiologi Keluarga. 

Ketiga, buku Ibu: Pesona Wajah PONGINGILA,  merupakan karya yang mengangkat kearifan lokal Wakatobi dan memuliakan peran ibu dalam bingkai nilai Islam. Ini penting untuk menumbuhkan identitas keislaman yang menyatu dengan budaya lokal, tanpa meninggalkan prinsip syariah. Karya seperti ini memperkaya muatan lokal yang menjadi ciri khas STAI Wakatobi.

“Kami akan menjadikan ketiga buku ini sebagai bahan referensi pendukung pada program studi Pendidikan Agama Islam, dan Prodi Hukum Keluarga Islam serta mendokumentasikannya dalam perpustakaan kampus agar dapat diakses mahasiswa dan dosen.” Sarni menambahkan.

 

Ketua Yayasan Hasanah Wakatobi, H. Arhawi Ruda, S.E., M.M., yang turut menyaksikan penyerahan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap iklim akademik yang sehat di kampus. Menurutnya, produktivitas dosen dalam menulis adalah indikator kemajuan institusi.


"Kami sangat bangga dengan apa yang dilakukan Pak La Umuri. Ini adalah kontribusi nyata bagi pengembangan intelektual di Wakatobi. Yayasan akan terus mendorong agar budaya menulis ini menjadi bagian integral dari perjalanan STAI Wakatobi ke depan," ujar H. Arhawi Ruda.

 

H. La Umuri sendiri menyampaikan bahwa keputusannya menghibahkan buku-buku tersebut merupakan bentuk syukur atas kesempatan mengabdi di dunia pendidikan. Ia berharap, buku-buku tersebut dapat memberikan perspektif baru bagi para pembaca, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.


"Ini adalah bentuk pengabdian kecil saya. Semoga apa yang tertuang dalam buku-buku ini dapat menjadi referensi yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan di kampus tercinta ini," tutur La Umuri.

Penyerahan karya ini menjadi catatan penting bagi STAI Wakatobi dalam membangun tradisi literasi, sekaligus menegaskan peran dosen sebagai garda terdepan dalam pengembangan khazanah keilmuan Islam dan sosial di daerah.

 admin

Tambah Komentar Tutup Komentar

Disqus Comments